Kabupaten Malang, Malangrayanews.com – Dua organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih penghargaan dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026. LSO Hipotesa meraih Terbaik 1, sedangkan Himatekpa memperoleh Terbaik 2 dalam kategori berbeda.
Panitia menggelar ajang tersebut di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, pada 21–25 Oktober 2026. Kedua organisasi mahasiswa itu mengangkat inovasi pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian desa.
UMM Apresiasi Capaian Mahasiswa
Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA) UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., mengapresiasi prestasi kedua tim. Ia menilai Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) mendorong mahasiswa mengembangkan organisasi sekaligus membantu masyarakat.
“PPK Ormawa merupakan salah satu program prestisius Belmawa yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya, Jum’at (30/10/2026).
Tatag menjelaskan, UMM mendampingi mahasiswa sejak penyusunan proposal hingga pelaksanaan coaching sebelum kompetisi. Pendampingan tersebut membantu mahasiswa menerapkan pengetahuan dan memahami persoalan masyarakat secara langsung.
“Mahasiswa turun langsung ke desa untuk menawarkan solusi dan membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.
LSO Hipotesa Olah Limbah Organik
LSO Hipotesa meraih Terbaik 1 kategori Ormawa dengan Capaian Peningkatan Kapasitas Organisasi Terbaik. Tim yang diketuai Intsya Bhiyuga Digjoyo, mahasiswa Agroteknologi, menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Desa Tawanggargo, Kabupaten Malang.
Program tersebut mengoptimalkan kesuburan tanah melalui kompos limbah organik dengan teknologi Pre-Kompos Multi-Stage dan agen hayati. Tim juga memanfaatkan Trichoderma untuk mendukung pengelolaan tanah dan kegiatan pertanian masyarakat.
Sebanyak 15 mahasiswa dari lima program studi bergabung dalam tim tersebut. Mereka berasal dari Agroteknologi, Teknologi Pangan, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Industri.
Selain mengembangkan inovasi pertanian, tim memperkuat kapasitas organisasi melalui pengelolaan kegiatan terstruktur dan kolaborasi lintas disiplin. Tim juga merancang keberlanjutan program agar masyarakat tetap memperoleh manfaat setelah pendampingan mahasiswa berakhir.
LSO Hipotesa turut memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Buku SOP. Sertifikat tersebut menjadi bentuk perlindungan atas karya yang mereka hasilkan.
“Keunggulan program kami adalah mengoptimalkan potensi yang sudah tersedia di lingkungan masyarakat agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Intsya.
Himatekpa Kembangkan Eduwisata Herbal
Sementara itu, Himatekpa meraih Terbaik 2 kategori Tim Pelaksana dengan Poster Paling Kreatif. Tim yang diketuai Muhammad Azizan A. mengembangkan program Kasegher di Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Kasegher merupakan singkatan dari Kawasan Eduwisata Sumber Segaran dan Kampung Herbal. Program ini menggabungkan potensi wisata alam dan kampung herbal dengan teknologi Internet of Things (IoT) serta pembayaran digital QRIS.
Sebanyak 15 mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan, Manajemen, dan Informatika mengembangkan program tersebut. Mereka mengintegrasikan potensi lokal dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
Himatekpa meraih penghargaan melalui poster yang menyajikan informasi program secara menarik dan informatif. Poster tersebut menggambarkan wisata alam, kampung herbal, pemanfaatan teknologi, serta digitalisasi pembayaran.
Dorong Inovasi Pengabdian Berkelanjutan
Prestasi kedua organisasi mahasiswa tersebut menunjukkan kontribusi mahasiswa UMM dalam pengembangan inovasi dan pengabdian masyarakat. Capaian ini juga memperlihatkan peran kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab kebutuhan desa.
UMM berharap keberhasilan Hipotesa dan Himatekpa mendorong organisasi mahasiswa lainnya mengembangkan program serupa. Melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.(Eco)





