Bandung, Malangrayanews.com -Penerapan pembayaran QRIS terus meluas pesat dan makin menjadi tumpuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah termasuk pedagang kerajinan, makanan, dan jasa di kawasan wisata Tangkuban Perahu.
Bank Indonesia mencatat bahwa perkembangan yang konsisten naik: hingga Juni 2025 tercatat 39,3 juta merchant QRIS dengan 57 juta pengguna, di mana 93,16 % merchant-nya adalah UMKM. Satu tahun kemudian—per Juni 2026—jumlah merchant melonjak jadi 44,86 juta, porsi UMKM makin mendominasi mencapai 96,68 %, serta jumlah pengguna aktif bertambah menjadi 65,77 juta orang.
QRIS berlaku di seluruh tempat usaha yang sudah menampilkan kode tersebut mulai warung, toko kerajinan, hingga tempat wisata. Satu kode bisa dipakai semua penyelenggara pembayaran.
Pengalaman nyata di Tangkuban Perahu
Di lapangan, para pelaku usaha sudah ikut merasakan dampaknya.
Asep Suryadi, pengrajin dan penjual suvenir‑khas Sunda yang sudah berjualan sekitar tujuh tahun di kawasan Tangkuban Perahu, mengatakan bahwa dulu pembeli minta kembalian sering ribet, uang besar takut salah hitung atau kehabisan pecahan kecil. Sejak pasang QRIS sekitar pertengahan tahun lalu, pelan‑pelan banyak yang langsung pindah bayar lewat ponsel, terutama wisatawan dari luar kota maupun luar negeri.

“Sekarang bisa sampai separuh lebih pendapatan kami lewat pemindaian kode ini. Transaksi masuk tercatat rapi, tidak takut uang hilang atau tertukar. Awalnya kami sempat bingung, tapi setelah dicoba ternyata sangat membantu wisatawan senang, kami pun lebih tenang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Neng Yanti, penjual baju dan Tas Rajut tradisional Khas Bandung di jalur pendakian di kawasan wisata Tangkuban Perahu, kamis, (27/08/2026).
“Anak muda dan rombongan wisatawan hampir selalu cari tanda QRIS. Kadang mereka bilang tidak bawa uang tunai sama sekali. Kalau kami belum punya kode ini, kemungkinan besar belanjaannya batal. Sekarang cukup tempel stiker di meja atau etalase langsung selesai hitungan detik. Kalau jaringan bagus, sangat lancar dan mengurangi antrean saat hari libur ramai,” tambahnya.

Penyebaran dan kenaikan angka ini menunjukkan QRIS bukan sekadar tren pembayaran melainkan pondasi yang makin kokoh, menyatukan cara bertransaksi sekaligus mempermudah pencatatan, akses keuangan, dan memperluas jangkauan pasar pelaku usaha di mana pun mereka berada.(Eco)




