AI Melaju Lebih Cepat, Puspresnas Ungkap Strategi Cetak Talenta Sains di OSN 2026 UMM

Kabupaten Malang, Malangrayanews.com – Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang semakin cepat, bahkan dinilai melampaui perkembangan berbagai bidang ilmu lainnya, mendorong pemerintah menyesuaikan strategi pembinaan talenta sains Indonesia. Hal itu diwujudkan melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 yang kembali digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 14–20 September 2026, dengan ekshibisi kecerdasan artifisial yang memasuki tahun kedua.

Tahun ini, sekitar 600 siswa SMA akan mengikuti OSN tingkat nasional di UMM. Mereka merupakan bagian dari ekosistem seleksi OSN yang secara nasional melibatkan sekitar 946 ribu peserta dari jenjang SD hingga SMA.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si., mengatakan perkembangan teknologi membuat pembinaan talenta harus terus disesuaikan dengan kebutuhan masa depan. OSN, menurutnya, tidak hanya bertujuan mencari siswa dengan kemampuan akademik terbaik, tetapi juga membangun kompetensi yang relevan dengan perubahan zaman.

“Memang kita tidak memungkiri perkembangan teknologi ini semakin cepat, bahkan lebih cepat dari perkembangan berbagai bidang ilmu lainnya,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan pembelajaran AI bagi guru dan murid. Dalam kompetisi, AI telah menjadi bagian dari OSN melalui ekshibisi kecerdasan artifisial yang tahun ini memasuki tahun kedua.

Selain mengikuti perkembangan teknologi, OSN juga diarahkan menjadi jalur pembinaan calon talenta yang mampu berkompetisi di tingkat global. Puspresnas menargetkan para siswa berprestasi dapat dipersiapkan menjadi delegasi Indonesia pada ajang sains internasional.

“Harapan pertama, dari OSN tingkat nasional ini kita ingin hasilnya benar-benar menghasilkan calon-calon delegasi Indonesia di ajang internasional yang kompetitif,” katanya.

Untuk membangun ekosistem tersebut, Puspresnas menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan kementerian seorang diri. Kehadiran OSN di kampus juga memberi kesempatan siswa mengenal atmosfer akademik, fasilitas laboratorium, serta lingkungan perguruan tinggi.

Hal itu menjadi salah satu alasan UMM kembali dipercaya sebagai tuan rumah OSN 2026. Pemilihan dilakukan melalui pengajuan proposal dan evaluasi dengan mempertimbangkan sumber daya, pengalaman, kesiapan kelembagaan, serta reputasi universitas.

Ia mengatakan bahwa kurang dari lima perguruan tinggi mengajukan diri sebagai tuan rumah. Setelah melalui evaluasi, UMM akhirnya kembali ditetapkan sebagai penyelenggara.

“Tahun lalu UMM sangat mendukung, sangat proaktif, dan sangat serius ketika berkolaborasi menyelenggarakan OSN,” jelasnya.

Evaluasi positif juga datang dari para juri yang terdiri atas dosen, profesor, hingga juri internasional. Mereka menilai pelaksanaan OSN di UMM sebagai yang terbaik hingga saat itu.

OSN 2026 juga menghadirkan inovasi melalui Bina Talenta Indonesia Kolaboratif. Peserta dari berbagai daerah, sekolah, dan bidang ilmu akan dipertemukan untuk mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan problem solving setelah menyelesaikan tes kompetisi.

Dengan demikian, OSN 2026 tidak sekadar menjadi ajang mencari juara, tetapi ruang pembinaan talenta yang memadukan kompetensi akademik, karakter, kemampuan kolaborasi, penguasaan teknologi, dan kesiapan menghadapi kompetisi internasional.(Eco)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *