Kabupaten Malang, Malangrayanews.com – Kebakaran TPA Supiturang di Kota Malang menghasilkan kepulan asap pekat. Asap meluas ke sejumlah wilayah Malang Raya sejak 21 Oktober 2026.
Selain itu, sebaran asap berdampak hingga Kecamatan Dau dan Karangploso. Asap juga mencapai Kecamatan Lowokwaru khususnya Kelurahan Dinoyo di Kota Malang.
Lebih lanjut, Dosen D-3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang Titik Agustiyaningsih mengingatkan masyarakat. Ia menyoroti bahaya kandungan toksik di dalam asap kebakaran sampah.
“Asap pembakaran sampah mengandung partikulat halus PM2.5 dan PM10 yang mampu menembus jauh hingga ke kantung udara paru-paru. Selain itu, terdapat gas Karbon Monoksida (CO) yang menghambat distribusi oksigen dalam darah, serta zat karsinogenik seperti Sulfur Dioksida, Nitrogen Dioksida, Dioksin, dan Furan hasil pembakaran plastik yang memicu kanker dan melemahkan imun,” jelasnya 22 Oktober lalu pada Humas UMM.

Paparan zat tersebut dapat memicu dampak kesehatan jangka pendek. Warga mengalami iritasi mata, batuk, pusing, kelelahan, hingga serangan asma akut.
Dalam jangka panjang, warga berisiko mengalami penurunan fungsi paru permanen. Mereka juga menghadapi ancaman penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.
Sementara itu, Titik menekankan perlunya perlindungan ekstra bagi kelompok rentan. Pada balita, paparan asap berisiko menyebabkan ISPA berat dan menghambat tumbuh kembang paru.
Bagi ibu hamil, penurunan suplai oksigen dapat memicu kelahiran prematur. Kondisi itu juga berisiko menyebabkan Berat Badan Lahir Rendah.
Pada lansia, beban kerja organ yang menurun meningkatkan risiko gagal napas. Mereka juga menghadapi ancaman gagal jantung.
Sebagai langkah perlindungan di dalam rumah, masyarakat diimbau menutup rapat pintu dan jendela. Mereka juga menutup celah ventilasi dengan kain basah serta menggunakan air purifier.
Warga disarankan mengatur pendingin ruangan ke mode sirkulasi internal. Langkah ini membatasi masuknya asap ke dalam rumah.
“Untuk aktivitas di luar ruangan, hindari masker kain atau masker medis tipis karena tidak efektif menyaring partikel mikro. Gunakan masker berstandar N95, KN95, atau KF94. Bagi pekerja lapangan seperti pengemudi ojek daring, wajib mengenakan masker tersebut secara rapat, memakai kacamata pelindung atau menutup visor helm, serta rutin minum air putih untuk menjaga hidrasi dan detoksifikasi alami,” tambahnya.
Jika mengalami iritasi mata ringan, warga disarankan membilas mata dengan air mengalir. Mereka juga dapat menggunakan cairan saline steril tanpa menguceknya.
Keluhan tenggorokan gatal dapat diredakan dengan memperbanyak minum air hangat. Berkumur air garam hangat juga membantu meredakan rasa tidak nyaman.
Kendati demikian, ia meminta warga segera menuju Puskesmas atau rumah sakit. Tanda bahaya meliputi sesak napas berat, nyeri dada, batuk berdahak gelap, pusing ekstrem, hingga sianosis.
Kewaspadaan khusus diperlukan bagi anak-anak dan lansia. Mereka kerap terlambat mengeluhkan gejala yang muncul.
Pada balita, tanda darurat ditunjukkan dengan tarikan dinding dada yang cekung. Pernapasan cuping hidung yang cepat serta kondisi sangat lemas juga menjadi peringatan.
Pada lansia, perhatikan gejala napas sangat cepat saat istirahat. Penurunan nafsu makan drastis dan perubahan status mental mendadak juga perlu diwaspadai.
Dengan demikian, ia berharap masyarakat Malang Raya tetap tenang namun sigap. Warga dapat melindungi kesehatan keluarga di tengah kepulan asap.
Ia juga berharap penanganan kebakaran di TPA Supiturang segera tuntas. Kualitas udara kembali membaik sehingga warga dapat beraktivitas dengan aman. (Eco)





