Surabaya, Malangrayanews.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Jawa Timur mendorong perluasan akses pendidikan bagi pelajar hingga ke tingkat akar rumput, Selasa (6/10/2026).
Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan pelajar yang memiliki potensi tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan mengembangkan masa depannya termasuk ketika menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ketua PW IPPNU Jawa Timur Aprilia Nur Azizah mengatakan luasnya jaringan IPPNU di Jawa Timur menjadi kekuatan untuk menjangkau pelajar dari berbagai daerah dan latar belakang.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rekanita yang dibawa PW IPPNU Jawa Timur, jaringan tersebut mencakup 44 Pimpinan Cabang, 705 Pimpinan Anak Cabang, 2.661 Pimpinan Ranting, 631 Pimpinan Komisariat, serta 60 Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi.
Menurut Aprilia, jaringan tersebut tidak hanya menjadi kekuatan organisasi tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membuka akses informasi, pendampingan, dan peluang pendidikan bagi pelajar.
“Kadang ada kader yang memiliki talenta dan skill yang bagus, tetapi terkendala biaya sekolah. Ada juga yang memiliki keinginan kuat dan kemampuan yang baik, tetapi tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena faktor ekonomi,” ujar Aprilia.
Sementara itu, IPPNU Jawa Timur mendorong model kolaborasi yang tidak berhenti pada pemberian informasi beasiswa tetapi juga menghadirkan pendampingan sejak pelajar mengenal pilihan perguruan tinggi hingga proses pendaftaran.
Salah satu gagasan yang ditawarkan PW IPPNU Jawa Timur adalah Edu Bridge, sebuah skema pendampingan pelajar dari sekolah menuju perguruan tinggi.
Program tersebut mencakup pengenalan pilihan perguruan tinggi, persiapan masuk kuliah, informasi beasiswa, pendampingan proses pendaftaran, hingga menghubungkan pelajar potensial dengan peluang pendidikan.
Lebih lanjut, PW IPPNU Jawa Timur juga menawarkan Forum Literasi Pelajar sebagai ruang diskusi rutin yang membahas isu pendidikan, literasi digital, finansial, sosial, serta isu-isu yang dekat dengan kehidupan generasi Z.
“IPPNU ingin hadir sebagai jembatan. Bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi mendampingi pelajar agar memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan kesempatan untuk berkembang,” kata Aprilia.

Gagasan tersebut menjadi salah satu materi yang dibawa PW IPPNU Jawa Timur dalam silaturahmi dan audiensi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur di Kantor BAZNAS Jatim, Surabaya.
Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin menyambut baik arah kolaborasi tersebut.
Ia menyebut jaringan IPPNU yang tersebar hingga tingkat ranting dan komisariat memiliki potensi untuk memperluas edukasi dan literasi zakat sekaligus menjangkau pelajar yang membutuhkan dukungan pendidikan.
“Kami dengan sembilan Nawa Pradana sangat cocok jika Rekanita PW IPPNU Jawa Timur turut mengawal Jatim Cerdas, mulai dari SKSS hingga GEMAZ, Gerakan Manasik Zakat,” ungkap Ghofirin.
Menurut Ghofirin, penguatan kolaborasi tersebut dapat diarahkan untuk mendukung pelajar yang memiliki potensi akademik maupun keterampilan tetapi membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
Selain itu, kolaborasi antara PW IPPNU Jawa Timur dan BAZNAS Jatim diharapkan dapat mempertemukan kekuatan jaringan IPPNU di akar rumput dengan dukungan program pendidikan BAZNAS.
Akses terhadap pendidikan, beasiswa, literasi, dan pengembangan potensi pelajar dapat menjangkau lebih banyak daerah di Jawa Timur. (Eco)





