Yogyakarta, Malangrayanews.com –Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggandeng Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk memperkuat pemulihan lingkungan nasional.
Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, bertemu jajaran PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (30/10/2026). Pertemuan itu membahas pengelolaan sampah berbasis masjid, kampus ramah lingkungan, dan penegakan hukum yang transparan.
Dalam pertemuan tersebut, Jumhur memaparkan gerakan kolektif pemulihan lingkungan melalui pendekatan “Tobat Ekologis”. Gerakan ini menggabungkan aspek moral, religi, dan penegakan hukum.
“Gerakan pemulihan lingkungan atau tobat ekologis ini menyentuh aspek moral, religi, serta penegakan hukum. Dalam hal pembentukan kesadaran moral dan religi, kami sangat membutuhkan dukungan penuh dari organisasi kemasyarakatan yang luas, besar, dan berilmu seperti Muhammadiyah agar gerakan ini berjalan efektif,” tutur Menteri Jumhur.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyambut inisiatif pemerintah. Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan pembangunan yang selaras dengan pelestarian alam.
Haedar juga menyoroti pentingnya penegakan regulasi yang adil dan tegas. Menurutnya, kerusakan lingkungan berskala besar kerap melibatkan korporasi yang sulit dilacak.
Karena itu, Muhammadiyah mendorong pengelolaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat sesuai amanat konstitusi. Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat membangun kesadaran kolektif.
Dalam kesempatan yang sama, PP Muhammadiyah memaparkan sejumlah inisiatif lingkungan di berbagai amal usaha. Salah satunya, Gerakan Shadaqah Sampah atau Eco-Masjid yang digagas kader Muhammadiyah asal Yogyakarta, Ananto Isworo.
KLH/BPLH memberikan penghargaan Kalpataru Adya Kategori Perintis Lingkungan Tahun 2026 kepada Ananto. Program Shadaqah Sampah yang ia rintis sejak 2013 di Masjid Al-Muharram, Bantul, kini menjadi salah satu Indikator Kinerja Utama (KPI) masjid-masjid Muhammadiyah.
Program tersebut mendorong masjid menerapkan prinsip ramah lingkungan. Muhammadiyah juga mengembangkan green campus di berbagai perguruan tingginya.
Melalui kolaborasi ini, KLH/BPLH dan elemen masyarakat sipil ingin memperluas praktik pelestarian lingkungan. Mereka berharap berbagai program yang telah berjalan dapat diterapkan di lebih banyak wilayah. (Eco)





