Kota Malang, Malangrayanews.com –Satlantas Polresta Malang Kota mengedukasi siswa SMP Negeri 22 Kota Malang tentang keselamatan berlalu lintas melalui program Polisi Peduli Pendidikan.
Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Rio memimpin kegiatan bersama personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel).
Selain itu, Kompol Rio menjelaskan bahwa edukasi tersebut menjadi langkah preventif untuk menanamkan budaya disiplin dan keselamatan kepada generasi muda.
Ia mengajak pelajar memahami aturan lalu lintas sekaligus menyadari konsekuensi setiap pelanggaran di jalan raya.
“Melalui Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah, kami membangun kesadaran pelajar agar lebih disiplin, memahami aturan, dan menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” jelas Kompol Rio.
Selain memberikan edukasi, Kompol Rio menyosialisasikan Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara petugas dan siswa.
Petugas memberikan helm keselamatan kepada pelajar yang berani maju dan berhasil menjawab pertanyaan.
Pemberian helm tersebut sekaligus mengingatkan siswa tentang pentingnya perlindungan kepala untuk mengurangi risiko cedera saat kecelakaan.
Selanjutnya, Bripka Ratih memperagakan cara menggunakan helm secara benar dan aman.
Ia menjelaskan pentingnya memilih helm berstandar keselamatan, memosisikannya dengan tepat, serta mengunci tali pengikat hingga kuat.
Sementara itu, Kanit Kamsel Iptu Juana memaparkan pentingnya menaati rambu dan marka jalan serta menggunakan perlengkapan keselamatan.
Juana juga mengingatkan siswa tentang bahaya alkohol dan narkotika ketika seseorang berkendara.
Menurutnya, zat tersebut dapat mengganggu konsentrasi, memperlambat respons, dan menurunkan kemampuan pengemudi mengendalikan kendaraan.
“Pelanggaran lalu lintas bukan persoalan sepele. Apalagi berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun narkotika. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan karena kemampuan berkonsentrasi dan merespons situasi jalan menjadi terganggu,” tegas Iptu Juana.
Ia menambahkan bahwa kecelakaan tidak hanya merugikan pelanggar, tetapi juga dapat menimbulkan korban lain.
Selain dampak fisik dan psikologis, kecelakaan juga dapat membebani keluarga secara ekonomi.
Karena itu, Juana mengajak pelajar membangun kebiasaan disiplin dan menjauhi alkohol maupun narkotika.
“Kami berharap dan memberikan penekanan materis agar para siswa berani mengingatkan teman sebaya agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan di jalan raya, seperti ugal ugalan, boncengan lebih dari satu hingga balap liar.” Pungkas Iptu Ratih.
Lanjut, Melalui program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah, Polresta Malang Kota terus membangun kemitraan dengan dunia pendidikan.
Selain menyambangi sekolah, Satlantas juga menggelar edukasi Kamseltibcarlantas setiap Senin dan saat kunjungan outing class.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik mulai jenjang PAUD hingga sekolah dasar mengenal aturan, keselamatan, dan budaya tertib berlalu lintas.
Melalui edukasi berkelanjutan, Satlantas berharap pelajar mampu menerapkan disiplin berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.
Polisi juga mendorong pelajar menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga dan pergaulan. (Eco)





