Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pelatihan untuk memperkuat kerukunan, meningkatkan keterampilan, dan mendorong kemandirian warga.
Dalam kegiatan tersebut, warga mengikuti pelatihan branding produk UMKM, budidaya tanaman tebu dan cabai, serta pengelolaan sampah lingkungan.
Melalui pelatihan ini, masyarakat dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Selain itu, kegiatan tersebut mendorong warga untuk berkolaborasi dan memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.
Peltu Yoto menegaskan bahwa masyarakat perlu merawat kerukunan antarumat beragama melalui tindakan nyata.
“Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun lingkungan. Justru melalui kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai, kita bisa menciptakan masyarakat yang rukun, mandiri, dan sejahtera,” ungkap Peltu Yoto.
Babinsa Dorong Kerukunan dan Kemandirian
Selanjutnya, Peltu Yoto berharap warga menerapkan berbagai keterampilan tersebut secara berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan TNI terhadap pemberdayaan masyarakat dan penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan demikian, kerukunan antarumat beragama dapat menjadi fondasi bagi lingkungan yang aman, harmonis, dan sejahtera. (Eco)





