Kota Batu, Malangrayanews.com –Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa mengajak seluruh pemangku kepentingan mengoptimalkan Desa Tangguh Bencana (Destana) menghadapi ancaman hidrometeorologi.
Ajakan tersebut ia sampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2026 di Lapangan Rest Area Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari berbagai instansi, lembaga, dan relawan kebencanaan.
Wali Kota Batu H. Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Sutanto, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Czi. Bayu Nugroho, serta jajaran Forkopimda menghadiri apel tersebut.
Dalam amanatnya, Kapolres Batu menyoroti peralihan musim kemarau menuju musim hujan yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Ia menegaskan lima langkah penting untuk memperkuat kesiapsiagaan, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga sinergi antarsektor.
“Melalui Apel Gelar Pasukan ini, saya tekankan lima poin krusial yang harus segera kita pedomani dan laksanakan bersama: pemetaan wilayah rawan bencana hingga tingkat desa, mitigasi risiko yang efektif, kesiapan personel dan peralatan agar siap pakai saat darurat, sosialisasi jalur evakuasi yang aman, serta sinergi dan kolaborasi antarsektoral yang solid,” tegas Kapolres Batu
Kapolres juga meminta seluruh pihak mengaktifkan kembali Destana dan memetakan titik rawan banjir, longsor, serta pohon tumbang hingga tingkat desa.
Selain itu, ia mendorong kesiapan personel, peralatan, jalur evakuasi, dan tempat pengungsian yang layak.
Kejadian Bencana Meningkat pada 2026
Kapolres Batu memaparkan data kejadian bencana di wilayah hukum Polres Batu yang menunjukkan peningkatan pada 2026.
“Data peningkatan kejadian bencana yang kita miliki menegaskan bahwa ancaman bencana bukan hanya soal jumlah, tetapi soal kesiapan sistem, sinergi antarinstansi, dan partisipasi aktif masyarakat,” jelas Kapolres Batu.
Ia menyebut wilayah hukum Polres Batu mencatat 73 kejadian bencana sepanjang 2025.
Rinciannya meliputi 52 tanah longsor, sembilan banjir, serta 12 kejadian angin kencang dan pohon tumbang.
Sementara itu, data 2026 mencatat 122 kejadian bencana, termasuk 20 kebakaran hutan dan lahan, 52 tanah longsor, 11 banjir, serta 39 angin kencang atau puting beliung.
“Sepanjang Tahun 2025: Tercatat ada 73 kejadian, yang didominasi oleh tanah longsor (52 kejadian), banjir (9 kejadian), serta angin kencang dan pohon tumbang (12 kejadian) dan pada tahun 2026 saat ini Tercatat ada lonjakan signifikan menjadi 122 kejadian, yang meliputi Kebakaran Hutan dan Lahan/Karhutla (20 kejadian), tanah longsor (52 kejadian), banjir (11 kejadian), serta angin kencang/puting beliung (39 kejadian).” Tegas AKBP Panje Gedha Prabawa.
Perkuat Koordinasi dan Respons Darurat
Kapolres Batu mengajak seluruh personel meningkatkan kecepatan bertindak dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Saya berharap melalui apel kesiapsiagaan ini, kita semua tidak hanya siap secara fisik dan peralatan, tetapi juga memiliki kesamaan persepsi, kecepatan bertindak, serta kepedulian yang tinggi. Mari kita niatkan tugas kemanusiaan ini sebagai pengabdian terbaik bagi masyarakat Kota Batu,” pungkas Kapolres Batu.
Melalui apel tersebut, jajaran terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan periode 2026–2027.
Kapolres juga mendorong koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan BPBD, serta kesiapan petugas dan alat berat di jalur rawan bencana. (Eco)





