Kabupaten Malang, Malangrayanews.com – Tim asesor Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) Kementerian Pariwisata mengapresiasi pengembangan Zona KHAS (Kawasan Halal, Aman, dan Sehat) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai inovasi yang berpotensi meningkatkan daya saing wisata halal Jawa Timur.
Apresiasi disampaikan dalam visitasi verifikasi Zona Wisata Halal Provinsi Jawa Timur di UMM, Kamis (27/8/2026).
Odang Permana, S.E., M.E., salah satu tim asesor IMTI, menilai Zona KHAS bukan sekadar kawasan kuliner halal, melainkan integrasi aspek halal, keamanan, kesehatan, dan kebersihan dalam satu ekosistem.
Ia menyebut konsep tersebut jarang ditemui dan menjadi nilai tambah bagi penilaian Jawa Timur. Posisi geografis UMM di jalur penghubung Malang–Batu juga dinilai strategis untuk pengembangan produk pariwisata yang berdampak langsung pada masyarakat.
Wakil Rektor V UMM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., menekankan bahwa pengembangan wisata halal harus melampaui pelabelan administratif dan diwujudkan melalui layanan serta standar yang dapat dirasakan wisatawan.
Tri mengingatkan masih ada daerah yang menjadikan wisata halal sebagai “kosmetik” tanpa implementasi memadai; oleh karena itu kesiapan ekosistem—produk, layanan, dan sumber daya manusia—harus diprioritaskan.
UMM menerapkan prinsip halalan thayyiban di Zona KHAS: produk dan UMKM difokuskan tidak hanya pada aspek kehalalan syariat, tetapi juga keamanan pangan, kesehatan, kebersihan, dan kualitas pelayanan. Tri berharap Zona KHAS menjadi rujukan wisata halal dan “top of mind” bagi pencari informasi wisata halal.

Kepala Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3Halal) UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., menjelaskan bahwa upaya pengembangan ekosistem halal dimulai sejak lama.
UMM mendirikan Pusat Kajian Makanan Aman dan Halal pada 2008 dan menerapkan kurikulum Manajemen Pangan Aman dan Halal sejak 2010. Aktivitas kampus meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pendampingan UMKM, dan pelibatan mahasiswa sebagai pendamping halal bagi pelaku usaha.
Elfi menambahkan rekam jejak UMM mencakup pendampingan desa wisata dan kerja sama internasional, termasuk permintaan pendampingan pengembangan lembaga pemeriksa halal bagi mitra perusahaan di China.
Melalui visitasi IMTI, UMM berupaya memperkuat Zona KHAS sebagai model wisata halal berbasis standar layanan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. (Eco)





