Kabupaten Malang, Malangrayanews.com – Dunia kepelatihan olahraga kini tidak lagi cukup mengandalkan pengalaman sebagai atlet. Pelatih dituntut mampu membaca data, memahami sport science, memanfaatkan teknologi, hingga mendampingi kondisi psikologis atlet. Hal tersebut disampaikan Performance Coach Sepak Bola Tim Nasional Indonesia Sofie Imam Faizal, S.Pd., M.Or., kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan “Kick-Off Your Career: Peluang dan Inovasi Kepelatihan dalam Industri Olahraga” di Aula FPSH UMM, Gedung Kuliah Bersama I, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi kuliah perdana sekaligus ruang bagi mahasiswa angkatan pertama PKO UMM untuk mengenal tuntutan profesi dan peluang karier di industri olahraga.
Berpengalaman sebagai fitness coach dan performance coach, Sofie sapaan akrabnya menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat profesi pelatih semakin kompleks. Pelatih tidak hanya memberikan instruksi latihan, tetapi juga perlu memahami kondisi fisik dan psikologis atlet, menyusun program berdasarkan kebutuhan, membaca data performa, serta berkolaborasi dengan tenaga profesional lain.
“Menjadi pelatih tidak cukup hanya bermodal pengalaman sebagai pemain. Seorang pelatih harus terus belajar, memahami sport science, mampu berkomunikasi, dan berani beradaptasi dengan teknologi. Kompetensi inilah yang akan menentukan apakah kita dapat bertahan dan berkembang dalam industri olahraga,” ungkapnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap data penting dalam menentukan program pembinaan. Setiap atlet memiliki kondisi, kebutuhan, karakter, dan target berbeda sehingga latihan tidak dapat diberikan secara seragam. Kemampuan komunikasi juga diperlukan untuk membangun kepercayaan diri, menjaga motivasi, dan membantu atlet menghadapi tekanan kompetisi.
Dalam sesi dialog, pria itu turut membagikan pengalamannya dalam pembinaan sejumlah kelompok usia Timnas Indonesia dan kompetisi sepak bola. Mahasiswa membahas proses memperoleh lisensi, pemanfaatan teknologi untuk memantau kondisi atlet, penyusunan program latihan, hingga persiapan membangun karier di level nasional dan internasional.
Lulusan PKO memiliki peluang berkarier sebagai pelatih cabang olahraga, performance coach, pelatih kebugaran, analis performa, instruktur, akademisi, hingga mengembangkan usaha di sektor olahraga.
Terakhir, ia mendorong mahasiswa mulai membangun pengalaman profesional sejak masa perkuliahan. Pendampingan atlet, keterlibatan dalam kegiatan olahraga, pelatihan, sertifikasi atau lisensi, hingga penyusunan portofolio dapat menjadi bekal sebelum memasuki dunia kerja.
“Karier besar selalu dimulai dari kesempatan kecil yang dikerjakan dengan serius. Jangan menunggu lulus untuk mulai belajar menjadi pelatih. Gunakan masa kuliah untuk mencoba, membangun pengalaman, dan menemukan bidang kepelatihan yang paling sesuai dengan kekuatan kalian,” pesannya.
PKO UMM sendiri merupakan program studi pertama di tingkat perguruan tinggi swasta di Jawa Timur. Dekan FPSH UMM Prof. Dr. Moch. Mahfud Effendi, M.M., mengatakan interaksi dengan praktisi penting agar mahasiswa memahami kebutuhan dunia kerja sejak awal perkuliahan.
“Mahasiswa PKO harus mulai membangun cita-cita, kompetensi, dan jejaring profesional sejak awal perkuliahan. Kehadiran praktisi Timnas Indonesia di kampus menjadi kesempatan berharga untuk belajar tentang disiplin, kerja keras, inovasi, serta standar profesional dalam olahraga,” pungkasnya.(Eco)





