UMM Raih Anugerah Gubernur Jatim Lestarikan Mangrove

UMM Raih Anugerah Gubernur Jatim Lestarikan Mangrove
KampusUniversitas Muhammadiyah Malang meraih Anugerah Gubernur Jawa Timur, Dalam Festival Mangrove Jawa Timur Ke-11 di Bee Jay Bakau Resort Probolinggo.

Probolinggo, Malangrayanews.com –Universitas Muhammadiyah Malang meraih Anugerah Gubernur Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan dalam Festival Mangrove Jawa Timur Ke-11 di Bee Jay Bakau Resort Probolinggo pada Selasa 3 November 2026.

Capaian ini meneguhkan peran Kampus Putih dalam riset dan pengabdian. Mereka menjaga kelestarian ekosistem mangrove secara nyata.

Bacaan Lainnya

Kontribusi Riset dan Aksi Nyata

Selanjutnya, anugerah kategori Dukungan Tridharma Perguruan Tinggi datang melalui Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Dosen FPP UMM Ganjar Adhywirawan Sutarjo S.Pi. M.P. menjelaskan hasilnya.

Ia menyebut capaian itu sebagai buah keseriusan riset dan kolaborasi. Kegiatan tersebut berjalan selama tiga hingga empat tahun terakhir.

“Ini adalah hilirisasi dari hasil riset, kemudian implementasi dari program pengabdian. Bapak Ibu Dosen tentu berkarya, kemudian untuk mendukung itu salah satunya adalah dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat, yang aksi nyatanya adalah dengan penanaman mangrove,” ungkapnya.

Selain itu, apresiasi serupa juga diberikan kepada periset FPP UMM Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati MP. Ia dikenal melalui inovasi pewarna alami.

Ganjar menambahkan, keterlibatan generasi muda memberi dampak luar biasa. Mahasiswa aktif menjaga dan melestarikan hutan mangrove.

“Mahasiswa sangat aktif sekali dan sangat senang. Terbangun empati untuk menjaga sekaligus melestarikan hutan mangrove. Merekalah yang kemudian mengajak adik-adiknya di SMA dan SMK untuk terlibat dalam aktivitas pelestarian ini,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi M.Psi. Ph.D. menegaskan penghargaan ini hasil sinergi panjang. Tim FPP khususnya prodi Kehutanan dan Perikanan bekerja bersama.

“Sebenarnya itu kerja panjang dari teman-teman FPP yang bersinergi untuk kemudian melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat merawat mangrove. Ini kerja yang sebenarnya sudah panjang. Karena ketika saya masuk sebagai wakil rektor pada 2024 pun, sebenarnya mereka sudah bergerak ke sana,” tegasnya.

Dampak Ekologis serta Sinergi Kampus

Lebih lanjut, Salis menjabarkan dampak ekologis mangrove yang esensial. Mangrove menahan abrasi dan menjadi habitat ikan.

“Mangrove ini bisa nahan abrasi. Kalau pantai tidak ada mangrove, abrasinya cepat, pendangkalannya lama-lama laut tambah naik. Kemudian mangrove ini juga jadi habitat dari ikan-ikan. Dan yang penting, mangrove itu kan hutan, menghasilkan oksigen,” paparnya.

Mangrove juga membuka potensi ekonomi melalui produk kerajinan. Hasilnya menyejahterakan masyarakat sekitar.

Sebagai penutup, ia menekankan dedikasi ini wujud visi besar kampus. UMM menjadi institusi yang menghadirkan solusi.

“Ini juga menjadi wujud dari implementasi Excellent Solution Center, di mana UMM ini lebih dari sekadar knowledge provider, tapi kita menjadi problem solving institution, institusi yang menghadirkan solusi atas masalah-masalah sekitar kita, salah satunya mulai terancamnya keberadaan mangrove,” pungkasnya. (Eco)

Penulis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *