Kabupaten Malang, Malangrayanews.com – Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang, merayakan Dies Natalis ke-19 di Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang dengan mengambil tema “Transformasi Fakultas Ilmu Kesehatan Menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi”, Sabtu (24/10/2026).
Puncak acara Dies Natalis ke-19 ini diikuti sekitar 600 peserta dari fakultas Kesehatan dan Farmasi dari Sejumlah Angkatan.
Selain itu, Dies Natalis ke-19 yang dihadiri sejumlah Dosen dan Dekan serta Dokter lulusan terbaik Fakultas Kesehatan dan Farmasi UMM ini mengambil slogan “bersatu, semangat, melesat untuk UMM berdampak”.
Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang memperkuat transformasi pendidikan kesehatan. Lembaga mengarahkan perubahan pada kebutuhan pasien.
Selain itu, perubahan ini meningkatkan mutu pembelajaran. FIKSFAR memperkuat kompetensi klinis lulusan serta menghasilkan riset yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Rektor UMM Prof. Dr. Nazarudin Malik, M.Si. menyampaikan hal tersebut. Ia berbicara dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-19 FIKSFAR UMM.
Menurutnya, perubahan nama fakultas mempertegas orientasi pendidikan kesehatan. Orientasi tersebut mengarah pada pelayanan klinis.
Ia menjelaskan perkembangan ilmu kesehatan sejak awal 2000-an semakin mengarah pada patient care. Orientasi ini menuntut tenaga kesehatan mampu berinteraksi dengan pasien.
“Riset, studi, dan praktik di bidang kesehatan serta kefarmasian harus dikembangkan secara sistematis,” ujarnya.
Sementara itu, Nazarudin menilai perubahan sistem pelayanan kesehatan nasional mendorong perguruan tinggi menyiapkan lulusan adaptif. Sejak penerapan Jaminan Kesehatan Nasional pada 2014, kualitas pelayanan klinis menjadi aspek penting.
Tenaga kesehatan dituntut memiliki kompetensi konsultatif. Apoteker, perawat, dan fisioterapis perlu mampu menjelaskan penggunaan obat serta memantau dampak terapi.
Karena itu, pendidikan kesehatan perlu menghubungkan penguasaan ilmu dengan praktik pelayanan. Perguruan tinggi bertanggung jawab menghasilkan tenaga profesional yang terampil dan berkualitas.
Ia berharap FIKSFAR UMM terus mengembangkan keunggulan spesifik setiap program studi. Pengembangan dilakukan melalui riset, pembelajaran, dan praktik yang relevan.
Dekan FIKSFAR UMM Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS. mengatakan transformasi fakultas memperkuat sinergi antarbidang keilmuan. Transformasi juga memperluas dampak bagi masyarakat.
FIKSFAR menaungi bidang keperawatan, farmasi, dan fisioterapi. Setiap program studi terus mengembangkan kurikulum berdasarkan masukan pemangku kepentingan.
Hidajah menjelaskan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education menempatkan capaian kompetensi sebagai tolok ukur utama. Penilaian mahasiswa bertumpu pada ketercapaian kompetensi yang ditetapkan.
“Capaian pembelajaran harus benar-benar menunjukkan kompetensi mahasiswa. Jika ada kompetensi yang belum tercapai, bagian tersebut perlu diperbaiki,” jelasnya.
Pendekatan ini membuat lulusan lebih siap menghadapi tantangan profesi. Mereka mampu menerapkan ilmu secara tepat dalam pelayanan kesehatan.
Puncak Dies Natalis ke-19 menjadi penutup rangkaian kegiatan. Kegiatan sebelumnya mencakup fun run, pemilihan dosen berprestasi, serta penghargaan mahasiswa berprestasi.
Di bidang pengabdian, program studi keperawatan dan fisioterapi menggelar kegiatan sosial. Puncak peringatan juga diisi jalan sehat bersama sivitas akademika.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UMM melakukan peluncuran resmi FIKSFAR. Peluncuran awal telah dilaksanakan pada Agustus 2026 dalam kegiatan internasional.
Menurut Hidajah, rangkaian Dies Natalis memperkuat budaya akademik. Fakultas mendorong lahirnya inovasi dari hasil penelitian.
Fakultas menyiapkan agenda kolegium doktor dalam dua periode. Tujuh dosen menyelesaikan pendidikan doktor pada tahun ini.
Dengan demikian, melalui momentum Dies Natalis ke-19, FIKSFAR UMM menegaskan komitmennya. Lembaga meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kompetensi klinis, dan mengembangkan inovasi kesehatan yang relevan. (Eco)






