Kelola Sampah Sekolah Hingga Pantau Karbon Desa, Peneliti UMM Wujudkan Solusi Ekologis Di Malang

Kelola Sampah Sekolah hingga Pantau Karbon Desa, Peneliti UMM Wujudkan Solusi Ekologis di Malang
LPPM Universitas Muhammadiyah Malang Laksanakan Monev Internal Dua Program Bestari Saintek LPDP Fokus Lingkungan.

Kabupaten Malang, Malangrayanews.com – Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) internal bagi dua tim peneliti. Kedua tim berhasil lolos pendanaan program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) berskema Living Lab dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 13 hingga 15 Oktober 2026.

Selanjutnya, langkah strategis ini membedah dua aspek utama pelaksanaan program. Tim menilai kelayakan substansi dan ketertiban laporan keuangan agar selaras dengan standar mutu pusat.

Bacaan Lainnya

Kemudian, Sekretaris LPPM UMM sekaligus Reviewer, Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT. Ph.D. IPM., menegaskan evaluasi komprehensif ini. LPPM UMM menggandeng jajaran Satuan Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Badan Pengawasan Intern (BPI) dalam pelaksanaannya.

“Penilaian substansi ditangani langsung oleh reviewer nasional, sementara aspek keuangan ditinjau secara mendetail hingga ke tingkat kelengkapan bukti transaksi kegiatan,” terangnya.

Selain itu, LPPM UMM menerjunkan tim reviewer untuk melakukan monev lapangan secara langsung. Kunjungan ini memvalidasi kesesuaian antara draf laporan dengan realisasi riil di lokasi pengabdian masing-masing tim.

Lebih lanjut, program pertama dipimpin Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd., mengusung inovasi “Smart STEM-Numeracy Living Lab untuk Pendidikan Dasar Berdaya”. Program ini menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dan Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Malang, menyasar SDU Permata Mulia, SD Muhammadiyah 1 Tumpang, dan SD Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Sementara itu, kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi asesmen kebutuhan guru, audit sarana prasarana sekolah, pengadaan alat operasional, serta penyusunan Kurikulum Induk dan Modul Proyek “Kompos untuk Bumi”. Tim juga melakukan simulasi praktik pengelolaan sampah dan menyusun Standar Operasional Prosedur pemilahan serta penimbangan sampah.

Di sisi lain, program kedua dikomandoi Dr. Ir. Nugroho Tri Waskitho, MP., dengan fokus “Model Peningkatan Penyerapan Karbon di Kabupaten Malang”. Inisiatif reboisasi ini menyasar Desa Sumberejo dan Desa Tambakrejo, menggandeng DLH Kabupaten Malang, Pokmas Gundul Joyo, dan Lembaga Masyarakat Konservasi Bhakti Alam Sendang Biru.

Kemudian, berbagai kegiatan telah dieksekusi tim ini, di antaranya analisis kondisi awal tutupan lahan menggunakan pemetaan udara berbasis drone, pengukuran biomassa, survei sosio-ekonomi, serta sekolah lapang dan penyuluhan kepada masyarakat. Output yang ditargetkan mencakup peta digital beresolusi tinggi, purwarupa database pemantauan karbon berbasis web, model tata kelola konservasi partisipatif, serta draf Policy Brief.

Sebagai penutup, Iis menambahkan tahapan ini merupakan persiapan penting sebelum menghadapi monev eksternal dari LPDP pusat. Langkah tersebut memastikan seluruh target program tercapai dengan maksimal. (Eco)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *