Kota Malang, Malangrayanews.com –Polresta Malang Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026. Kegiatan berlangsung di halaman depan Mapolresta Malang Kota, Senin (26/10/2026).
Operasi mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan”. Pelaksanaan berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026.
Operasi difokuskan pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Upaya ini mewujudkan keamanan, ketertiban, dan keselamatan berkendara.
Saat memimpin apel, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS menegaskan orientasi operasi. Operasi tidak hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat. Tertib berlalu lintas harus menjadi kebutuhan bersama.
“Operasi Patuh Semeru 2026 dengan tujuan meningkatkan disiplin masyarakat sekaligus menekan risiko kecelakaan. Kami mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif, dengan tetap melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional,” tegas Danang.
Danang menambahkan operasi sebagai bentuk perlindungan keselamatan. Perlindungan berlaku bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Pelaksanaan operasi mengombinasikan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Proporsi terdiri atas 20 persen preemtif, 50 persen preventif, dan 30 persen penegakan hukum.
Penegakan hukum menggunakan sistem ETLE serta tilang manual. Sasaran prioritas meliputi pengendara motor tanpa helm SNI dan pengemudi mobil tanpa sabuk keselamatan.
Selain itu petugas menyasar pengendara di bawah umur dan pengguna telepon seluler saat berkendara. Pengemudi di bawah pengaruh alkohol juga menjadi target.
Petugas juga menyasar berkendara melawan arus dan melebihi batas kecepatan. Berboncengan lebih dari satu orang serta knalpot tidak sesuai ketentuan ikut disasar.
Balap liar dan modifikasi pelat nomor untuk menghindari kamera ETLE menjadi perhatian. Semua pelanggaran itu berisiko tinggi di jalan.
Apel diikuti personel gabungan dari Polresta Malang Kota, TNI, dan Polisi Militer Angkatan Darat. Satpol PP serta Dinas Perhubungan juga turut hadir.
Kesiapan operasional didukung kendaraan dinas roda dua dan roda empat. Sinergi lintas instansi dinilai penting agar operasi berjalan efektif.
Selain kesiapan lalu lintas, petugas memperhatikan kondisi cuaca dan potensi kebencanaan. Antisipasi situasi menjadi bagian pelaksanaan tugas.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, kedepankan edukasi dan pendekatan persuasif, serta hindari segala bentuk pelanggaran maupun penyalahgunaan wewenang. Kehadiran polisi harus memberikan rasa aman dan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.
Apel ditandai dengan penyematan pita tanda operasi. Operasi Patuh Semeru 2026 resmi diberlakukan mulai hari itu.
Polresta Malang Kota berharap tingkat kepatuhan pengguna jalan meningkat. Pelanggaran lalu lintas dapat ditekan dan kesadaran kolektif terus tumbuh.(Eco)





