UMM Lolos Abdidaya 2026 Lewat Inovasi Ormawa

UMM Lolos Abdidaya 2026 Lewat Inovasi Ormawa
HIMATEKPA dan LSO HIPOTESA Andalkan Eduwisata Digital Dan Mesin Kompos Kilat.

Kabupaten Malang, Malangrayanews.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi nasional melalui dua organisasi mahasiswa (Ormawa) yang berhasil menembus final Anugerah Abdidaya Ormawa 2026. Kedua delegasi tersebut mengandalkan inovasi eduwisata digital dan teknologi pengolahan limbah pertanian untuk mendorong kemandirian masyarakat desa.

Ajang yang dinaungi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tersebut akan berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, pada 21–25 Oktober 2026. Pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen UMM dalam mewujudkan visi sebagai Kampus Inovasi Mandiri dan Berdampak.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian Minat Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menyebut keberhasilan tersebut sebagai kado istimewa menjelang milad UMM. Ia menjelaskan bahwa persaingan menuju final berlangsung ketat karena hanya sekitar 60 perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia yang berhasil melaju ke Makassar.

Menurut Ary, capaian tersebut mencerminkan dukungan ekosistem akademik UMM terhadap pengembangan inovasi mahasiswa. “Pencapaian ormawa ini adalah wujud nyata dan salah satu bentuk implementasi komitmen UMM sebagai Kampus Inovasi Mandiri dan Berdampak. UMM memberikan dukungan penuh mulai dari pendanaan in-kind maupun cash, subsidi keberangkatan, biaya publikasi jurnal, paten alat, hingga pendampingan monitoring dan evaluasi di lapangan,” ungkapnya.

Pada bidang pemberdayaan pariwisata, Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (HIMATEKPA) mengembangkan program Kasegher (Kawasan Eduwisata Sumber Segaran dan Kampung Herbal) di Desa Sukolelo, Pasuruan. Di bawah bimbingan Dahlia Elianarni, S.TP., M.Sc., tim ini memadukan potensi alam dengan teknologi Smart BioDome berbasis Internet of Things (IoT), website pariwisata, serta sistem pembayaran digital QRIS.

Selain mengembangkan fasilitas wisata, HIMATEKPA juga membina lima produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Langkah tersebut bertujuan memperkuat potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan kawasan eduwisata yang terintegrasi dengan teknologi digital.

Sementara itu, Lembaga Semi Otonom Himpunan Observasi Iptek Mahasiswa (LSO HIPOTESA) menghadirkan solusi pengolahan limbah pertanian di Desa Tawangargo, Kabupaten Malang. Tim yang mendapat bimbingan Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi., M.P. tersebut menciptakan mesin Pre-Kompos MultiStage untuk membantu masyarakat menangani sekitar 350 kilogram limbah pertanian setiap hari.

Mesin tersebut menggunakan sensor suhu dan kelembapan berbasis Internet of Things (IoT) serta memanfaatkan agen hayati Trichoderma untuk mendukung proses pengomposan. Teknologi ini mampu memangkas waktu pengomposan dari tiga bulan menjadi 14–21 hari sehingga masyarakat dapat mengolah limbah pertanian menjadi kompos dalam waktu lebih singkat.

Melalui inovasi tersebut, LSO HIPOTESA mendorong penerapan pertanian sirkular yang mengoptimalkan pemanfaatan limbah menjadi sumber daya produktif. Pendekatan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola limbah pertanian secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Menjelang pelaksanaan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, Ary berharap kedua tim mampu meraih hasil maksimal sekaligus menjaga keberlanjutan program mereka. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap inovasi terus memberikan manfaat nyata bagi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. (Eco)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *